Senin, 06 Juni 2011

Kisah Pohon Bambu

Dahulu kala ada seorang pemuda yang memutuskan untuk menyerah, ia dipecat dari pekerjaannya, ditinggalkan istri yang dicintainya,
dan mulai memalingkan dirinya dari Tuhan. Ia bahkan berfikir untuk mengakhiri hidupnya. Sambil berjalan ke dalam hutan yang rimbun
untuk merenungi nasibnya, ia berkata kepada Sang Pencipta, “Ya Tuhan dapatkan Engkau memberi satu alasan kuat sebelum aku
mengakhiri hidupku?”
Lalu tiba2 Hutan Lebat itu yang malah bersuara, “Hai manusia, mengapa engkau mengutuk dirimu sendiri dan Tuhanmu?”.
lalu anak muda balik bertanya, “Wahai Hutan, apakah engkau dapat memberiku alasan mengapa aku harus terus hidup?”.
Sang Hutan itu menjawab, “Tentu saja. wahai anak muda, apakah engkau melihat sekeliling tanaman dan pohon-pohon bambu itu?”.
“Ya.” jawab anak muda itu.
Sang Hutan berkata, “Ketika saya menanam benih tanaman dan bambu, saya sangat memperhatikan mereka.
Saya meminta sang surya untuk menyinari dan awan untuk memberikan hujan yang cukup.”
“Tanaman hijau lainnya tumbuh dengan pesat memadati hutan, namun tidak ada yang tumbuh dari benih bambu yang aku tanam,
namun aku tidak menyerah. Pada tahun kedua tanaman hijau terus tumbuh dengan suburnya, namun sekali lagi benih bambu tidak bertumbuh.
Namun aku tetap tak mau menyerah.”
“Pada tahun ketiga dan keempat hal yang sama terjadi, di mana pohon yang lainnya semakin lebat. Namun aku tetap tak mau berhenti.”
“Dan keajaiban mulai muncul pada tahun kelima, benih bambu mulai muncul dari permukaan tanah. Sayangnya jika dibandingkan dengan
tumbuhan hijau lainnya, pertumbuhan ini sangat kecil dan tak berarti. Namun aku tetap meminta awan untuk terus menyirami dan Surya
untuk terus menyinarinya.”
“Dan keajaiban baru benar-benar terjadi pada enam minggu berikutnya, secara tak terduga pohon bambu itu pohon bambu itu telah
berdiri tinggi menjulang lebih dari 30 meter. Dan ternyata, selama lima tahun sang benih bambu itu tumbuh ke bawah untuk memperkuat
akarnya menghujam ke dalam tanah. karena untuk pertumbuhan yang besar diperlukan akar yang kuat.”
“Demikian juga dengan kegagalan dan kemalangan yang kamu alami selama ini, hal tersebut bermaksud untuk mempersiapkan dirimu
untuk menjadi kuat dan kokoh. aku saja tidak akan berhenti berkarya terhadap pohon bambu, apalagi Tuhan terhadap kamu.
Jangan membandingkan dirimu dengan orang lain, masing-masing orang telah dibentuk berbeda oleh Sang Pencipta.
Akan tiba waktunya kamu akan tumbuh seperti pohon bambu tersebut.”

Tidak ada komentar:

Posting Komentar