Jenuh, itulah rasa yang seringkali menghinggapi saat baru pindah kesini. tiba-tiba saja aku ada ide untuk meneruskan hoby berkebun. Walhasil, ruang kosong yang dulunya tampak monoton dengan hamparan batako kini tampak lebih punya 'taste', ya... kujadikan tempat pembibitan tanaman hias dan beberapa jenis sayuran. belum banyak sih, tapi sudah bisa kujadikan tempat refresh kalau lagi jenuh.
"ada tanaman apa aja..???" beberapa jenis tanaman hias, seperti : Beras Kutah, Adenium dan beberapa jenis lagi yang tidak tahu namanya, ada juga jenis Sri Rejeki, tapi yang ini daunnya lebih lebar dari biasanya, lucunya lagi, semuanya itu adalah hasil pemberian teman-teman ditempat kerja. hehehehe......
Ada juga sayuran Keratok, begitulah nama ditempat tinggalku, semaca tanaman merambar dan buahnya seperti buncis. rasanya itu yang bikin aku ketagihan.... karena teman-teman banyak yang tidak tahu untuk sayuran ini, jadi sengaja aku bawakan dari rumah dan kusemaikan, setelah siap tanam kuberikan kepada teman-teman untuk ditanam dirumah mereka.
Ini foto sebagian temanku, lebay narsisnya.... hehehehee
Senin, 21 November 2011
Mengisi Waktu
CAROK
Sejarah Carok dan Celurit Madura, Carok dan celurit laksana dua sisi mata uang. Satu sama lain tak bisa dipisahkan. Hal ini muncul di kalangan orang-orang Madura sejak zaman penjajahan Belanda abad 18 M. Carok merupakan simbol kesatria dalam memperjuangkan harga diri (kehormatan).
PADA zaman Cakraningrat, Joko Tole dan Panembahan Semolo di Madura, tidak mengenal budaya tersebut. Budaya yang ada waktu itu adalah membunuh orang secara kesatria dengan menggunakan pedang atau keris. Senjata celurit mulai muncul pada zaman legenda Pak Sakera.
Mandor tebu dari Pasuruan ini hampir tak pernah meninggalkan celurit setiap pergi ke kebun untuk mengawasi para pekerja. Celurit bagi Sakera merupakan simbol perlawanan rakyat jelata. Lantas apa hubungannya dengan carok?Carok dalam bahasa Kawi kuno artinya perkelahian. Biasanya melibatkan dua orang atau dua keluarga besar. Bahkan antarpenduduk sebuah desa di Bangkalan, Sampang, dan Pamekasan.
Pemicu dari carok ini berupa perebutan kedudukan di keraton, perselingkuhan, rebutan tanah, bisa juga dendam turun-temurun selama bertahun-tahun.Pada abad ke-12 M, zaman kerajaan Madura saat dipimpin Prabu Cakraningrat dan abad 14 di bawah pemerintahan Joko Tole, istilah carok belum dikenal. Bahkan pada masa pemerintahan Penembahan Semolo, putra dari Bindara Saud putra Sunan Kudus di abad ke-17 M tidak ada istilah carok.Munculnya budaya carok di pulau Madura bermula pada zaman penjajahan Belanda, yaitu pada abad ke-18 M.
Setelah Pak Sakerah tertangkap dan dihukum gantung di Pasuruan, Jawa Timur, orang-orang bawah mulai berani melakukan perlawanan pada penindas. Senjatanya adalah celurit. Saat itulah timbul keberanian melakukan perlawanan.Namun, pada masa itu mereka tidak menyadari, kalau dihasut oleh Belanda. Mereka diadu dengan golongan keluarga Blater (jagoan) yang menjadi kaki tangan penjajah Belanda, yang juga sesama bangsa. Karena provokasi Belanda itulah, golongan blater yang seringkali melakukan carok pada masa itu. Pada saat carok mereka tidak menggunakan senjata pedang atau keris sebagaimana yang dilakukan masyarakat Madura zaman dahulu, akan tetapi menggunakan celurit sebagai senjata andalannya.
Senjata celurit ini sengaja diberikan Belanda kepada kaum blater dengan tujuan merusak citra Pak Sakera sebagai pemilik sah senjata tersebut. Karena beliau adalah seorang pemberontak dari kalangan santri dan seorang muslim yang taat menjalankan agama Islam. Celurit digunakan Sakera sebagai simbol perlawanan rakyat jelata terhadap penjajah Belanda. Sedangkan bagi Belanda, celurit disimbolkan sebagai senjata para jagoan dan penjahat.
Upaya Belanda tersebut rupanya berhasil merasuki sebagian masyarakat Madura dan menjadi filsafat hidupnya. Bahwa kalau ada persoalan, perselingkuhan, perebutan tanah, dan sebagainya selalu menggunakan kebijakan dengan jalan carok. Alasannya adalah demi menjunjung harga diri. Istilahnya, daripada putih mata lebih baik putih tulang. Artinya, lebih baik mati berkalang tanah daripada menanggung malu.Tidak heran jika terjadi persoalan perselingkuhan dan perebutan tanah di Madura maupun pada keturunan orang Madura di Jawa dan Kalimantan selalu diselesaikan dengan jalan carok perorangan maupun secara massal.
Senjata yang digunakan selalu celurit. Begitu pula saat melakukan aksi kejahatan, juga menggunakan celurit.Kondisi semacam itu akhirnya, masyarakat Jawa, Kalimantan, Sumatra, Irian Jaya, Sulawesi mengecap orang Madura suka carok, kasar, sok jagoan, bersuara keras, suka cerai, tidak tahu sopan santun, dan kalau membunuh orang menggunakan celurit. Padahal sebenarnya tidak semua masyarakat Madura demikian.
Masyarakat Madura yang memiliki sikap halus, tahu sopan santun, berkata lembut, tidak suka bercerai, tidak suka bertengkar, tanpa menggunakan senjata celurit, dan sebagainya adalah dari kalangan masyarakat santri. Mereka ini keturunan orang-orang yang zaman dahulu bertujuan melawan penjajah Belanda.Setelah sekian tahun penjajah Belanda meninggalkan pulau Madura, budaya carok dan menggunakan celurit untuk menghabisi lawannya masih tetap ada, baik itu di Bangkalan, Sampang, maupun Pamekasan. Mereka mengira budaya tersebut hasil ciptaan leluhurnya, tidak menyadari bila hasil rekayasa penjajah Belanda.
Sumber : http://pakarbisnisonline.blogspot.com/2010/03/sejarah-carok-dan-celurit-madura.html
Minggu, 20 November 2011
Mini Garden 'alakadarnya'
Apa itu taman mini? Sebagian orang menyebutnya dish-plant, atau dish garden, adalah taman kecil yang dibuat di dalam pot dengan memadukan elemen-elemen yang (juga) berkukuran kecil namun tidak kehilangan unsur artistiknya. Kelebihan taman mini ini selain dapat dipindah-pindah, juga lebih mudah dalam perawatan (karena kecil dari segi kuantitas), dan dapat dijadikan sebagai indoor garden dalam rumah kita. Namun ketelitian dan ketekunan tetap menjadi kunci utama keberhasilan taman ini, orang yang tidak mampu bekerja dengan sesuatu yang detail tidak akan mampu merawat, apalagi membuat taman mini ini, hehehehhee….
Ini contoh taman mini yang saya buat sebulan yang lalu, keterbatasan jenis pot dan jenis tanaman di kampung tidak mengurangi niat saya untuk berkreasi di rumah, hehehehe…
Perawatan taman mini ini tidak lah terlalu rumit, yang utama adalah menjaga kebersihan, penyiraman (dengan hati-hati) apabila tanah telah kering atau seminggu sekali, menjemur taman satu kali atau dua kali seminggu. Taman sukulen dapat diletakkan di tempat kaya cahaya, tetapi hindarkan dari hujan dan air yang berlebihan. Sedangkan taman yang terdiri dari paku-pakuan, lumut dan tanaman air dapat diletakkan di tempat dingin dan teduh, bahkan di luar ruangan (tidak masalah terkena hujan ringan).
Jika dirasa kondisi tanaman terlihat merana, kekuningan atau busuk itu kemungkinan adalah pertanda kekurangan hara atau kelebihan air. Kita bisa menambahkan pupuk NPK seimbang butiran secukupnya. Tanaman yang mati dan busuk harus segara dicabut dan diganti.
Selamat mencoba! Selamat berkreatifitas!
Ini contoh taman mini yang saya buat sebulan yang lalu, keterbatasan jenis pot dan jenis tanaman di kampung tidak mengurangi niat saya untuk berkreasi di rumah, hehehehe…
Perawatan taman mini ini tidak lah terlalu rumit, yang utama adalah menjaga kebersihan, penyiraman (dengan hati-hati) apabila tanah telah kering atau seminggu sekali, menjemur taman satu kali atau dua kali seminggu. Taman sukulen dapat diletakkan di tempat kaya cahaya, tetapi hindarkan dari hujan dan air yang berlebihan. Sedangkan taman yang terdiri dari paku-pakuan, lumut dan tanaman air dapat diletakkan di tempat dingin dan teduh, bahkan di luar ruangan (tidak masalah terkena hujan ringan).
Jika dirasa kondisi tanaman terlihat merana, kekuningan atau busuk itu kemungkinan adalah pertanda kekurangan hara atau kelebihan air. Kita bisa menambahkan pupuk NPK seimbang butiran secukupnya. Tanaman yang mati dan busuk harus segara dicabut dan diganti.
Selamat mencoba! Selamat berkreatifitas!
Rabu, 16 November 2011
Tanaman Buah dalam Pot Solusi untuk Lahan Sempit
Hobi berkebun tak mesti lenyap hanya karena lahan terbatas.
Awalnya, bertanam tanaman buah di dalam pot hanyalah trik iseng yang dilakukan beberapa penangkar buah. Ini karena bibit tanamannya banyak yang tak laku terjual. Kejadian ini berlangsung di awal tahun 80-an, saat bisnis jual-beli bibit tanaman buah belum terlalu marak.
Untuk menghambat agar bibit tanaman yang tak laku tersebut tidak menjadi pohon, para penangkar nekat menanamnya di dalam pot. Perawatan yang diberikan tak jauh beda ketika bibit itu ditanam di tanah.
Hasilnya sungguh di luar dugaan. Tanaman buah yang dihambat pertumbuhannya itu tetap berbuah, bahkan lebih rajin. Hal inilah yang di kemudian hari menjadi daya tarik tabulampot.
Ada sejumlah keuntungan yang Anda dapatkan bila memelihara tabulampot di halaman. Pertama, tentu saja buah yang dihasilkannya. Kemudian, halaman rumah yang pas-pasan bisa tampil hijau dan cantik. Dan yang ketiga, tabulampot juga bisa berfungsi sebagai penyaring udara jika ditempakan secara soliter, sehingga debu tak terlalu banyak masuk ke dalam rumah. Ukuran tajuk tanaman dalam pot yang tergolong ”kompak” (umumnya tingginya hanya sekitar 1 sampai 2 meter) sangat pas menghalau debu yang beterbangan. Selain itu, tabulampot juga cukup luwes bila dipadukan dengan tanaman hias di taman atau halaman rumah.
Jenis Tanaman
Sebelum memutuskan menanam bibit tanaman buah dengan teknik pot, Anda perlu memahami asal-usul tanaman. Jangan sampai tanaman dataran tinggi seperti apel ditanam di Jakarta. Alih-alih berbuah, tanaman malahan akan merana kepanasan. Umumnya semua jenis tanaman buah hanya dapat berbunga dan berbuah dengan baik bila ditanam di daerah dengan ketinggian sekitar 400 m dpl ( di bawah permukaan laut..???).
Beragam tanaman buah saat ini sudah banyak yang berhasil dibudidayakan dengan sistem pot. Ada yang mudah, ada pula yang sulit. Jenis alpukat, durian, gandaria, dan nangka besar adalah beberapa contoh tanaman buah yang sampai saat ini belum berhasil ditanam sebagai tanaman dalam pot. Sedang jambu bol, jambu mawar, manggis, duku, jamblang, lengkeng, nangka madu, dan rambutan termasuk contoh yang agak sulit dibudidayakan sebagai tanaman dalam pot.
Jika Anda pemula, disarankan untuk memilih tanaman seperti mangga, jambu biji, belimbing, jeruk, srikaya, dan kedondong yang mudah berbuah dan hidup dalam pot.
Bibit
Pemilihan bibit adalah faktor yang sangat menentukan dalam menanam tabulampot. Bibit yang baik tentu akan menghasilkan pertumbuhan dan perkembangan tanaman yang prima—secara kualitas dan kuantitas. Sebaiknya bibit untuk tabulampot dibeli dari penangkar tanaman yang baik dan terpercaya.
Dalam dunia pertanian, dikenal dua metoda perbanyakan, yakni cara generatif dan vegetatif. Keunggulan perbanyakan generatif antara lain menghasilkan postur batang dan perakaran yang kuat. Sedangkan kelemahannya, membutuhkan waktu lama untuk berbunga dan berbuah (lebih dari 3 tahun). Selain itu kualitas buahnya seringkali berbeda dengan tanaman induk.
Sebaliknya, perbanyakan vegetatif akan menghasilkan tanaman yang sama dengan tanaman induk dan relatif lebih cepat berbuah, tetapi batang dan perakarannya kurang kokoh. Biasanya perbanyakan generatif dilakukan dengan biji. Sedangkan perbanyakan vegetatif dapat dilakukan dengan setek, cangkok, okulasi, sambung, susuan, dan anakan.
Media Tanam
Urusan bibit selesai, kita beralih ke langkah berikut yakni menyiapkan media tanam dan pot. Media tanam untuk tabulampot banyak jenis dan variasinya. Media bisa dipergunakan secara murni atau campuran. Media yang digunakan sebaiknya memenuhi syarat minimal, yaitu mengandung 50% tanah, 20% pasir, dan 30% bahan organik. Syarat minimal tadi bisa diterjermahkan menjadi berbagai macam komposisi bahan dasar sebagai media tabulampot. Bahan dasar yang bisa dipakai untuk media tanam terdiri atas tanah, humus, pupuk kandang, sekam, serbuk gergaji, kompos, pupuk kimiawi, dan bahan lain seperti batu koral atau kerikil sebagai tambahan.
Untuk menentukan media yang cocok bagi tanaman buah, sebaiknya Anda mempelajari karakteristik tanaman tersebut. Pahami sifat tanaman tentang kebutuhan air, sistem perakaran, kecepatan tumbuh, dan bentuk atau struktur daun. Secara umum, struktur media harus gembur agar perakaran mudah tumbuh. Selain itu media juga harus mengandung unsur-unsur hara yang mudah diserap dan dibutuhkan oleh tanaman, serta cukup mudah mengikat dan melepaskan air.
Lebih baik lagi jika sebelum menggunakannya, Anda melakukan proses sterilisasi terhadap media. Misalnya dengan meng-oven-nya. Dengan proses ini, media relatif bebas hama dan penyakit, tetapi masih memiliki mikroorganisme yang membantu proses penguraian bahan organik dalam tanah. Media sebaiknya juga cukup ringan agar pot mudah dipindahkan bila perlu.
Contoh komposisi media adalah sebagai berikut:
Campuran tanah, pasir, dan pupuk kandang (1:1:1)
Campuran tanah, pupuk kandang, dan sekam (1:1:1)
Campuran humus, sekam, dan serbuk gergaji (1 : 1 : 1)
Campuran tanah dengan pupuk organik Super TW Plus (1:6)
Wadah
Pemilihan pot yang tepat menjadi modal awal bagi pertumbuhan tanaman yang baik. Pot untuk tanaman tak harus dibeli. Anda bisa berkreasi membuatnya dengan memanfaatkan kaleng biskuit bekas, sisa galon air mineral, ember tak terpakai, drum bekas senyawa kimia, dan lainnya. Yang perlu diingat adalah sebaiknya pot terbuat dari bahan yang cukup ringan dan tidak mudah pecah.
Perhitungkan juga estetika bentuk agar menambah keindahan tabulampot. Untuk menghindari kontaminasi zat, cucilah wadah sampai bersih terlebih dahulu. Sejauh ini, pilihan favorit dipegang oleh drum bekas, karena wadah ini mampu menampung seluruh sistem perakaran.
Dasar pot harus diberi lubang untuk jalan pembuangan air. Sebaiknya lubang ini berukuran kecil, tetapi disediakan dalam jumlah banyak. Agar pembuangan air berjalan lancar, pot sebaiknya diberi “kaki” atau penyangga. Misalnya pot bekas drum diberi penyangga dari batako atau conblock. Pot semen atau plastik biasanya sudah ada kakinya. Sedangkan pot dari kayu atau logam dianjurkan untuk lebih dulu dilapisi dengan residu atau flincote agar tak gampang lapuk atau berkarat.
Cara Menanam
Setelah menyiapkan pot dan media tanam, langkah selanjutnya adalah melakukan pengisian media ke dalam pot. Adapun tahap-tahap pengisian media adalah sebagai berikut:
Buatlah selapis pecahan bata merah di dasar pot yang berfungsi untuk menutup lubang pada dasar pot, agar media tidak ikut terbuang ketika disirami.
Hamparkan selapis humus atau ijuk di atas lapisan pecahan bata merah.
Isikan media tanam yang dipilih hingga mencapai setengah bagian pot.
Siapkan bibit yang biasanya ditanam dalam polybag.
Siram media dalam polybag yang berisi bibit dengan air hingga cukup basah. Kemudian, balikkan posisi polybag sambil menepuk-nepuk bagian dasarnya. Atau bisa juga Anda menggunting atau merobek langsung polybag, lantas mengeluarkan bibitnya.
Pangkaslah sebagian cabang, ranting, dan daun yang tidak berguna untuk mengurangi penguapan.
Letakkan bibit tepat di tengah-tengah pot secara tegak. Timbun dengan media sampai pot tersebut penuh, sambil memadatkan tanah di sekitar pangkal batang tanaman. Lakukan penyiraman hingga media cukup basah, lantas letakkan tabulampot itu di tempat teduh selama 4-6 minggu, hingga tampak segar dan tumbuh tunas-tunas baru.
Pemupukan
Untuk menambah kesuburan media dalam pot, jika perlu siramkan humus/pupuk cair (sebagai pengganti pupuk kandang) sebanyak 1,5-2 cc/liter air, atau larutan untuk memperbaiki struktur tanah (dapat dibeli di toko pertanian) sebanyak 3-5 cc/liter air pada saat penanaman.
Tunggu dulu! Tugas Anda tidak berhenti sampai di situ. Kendati penanaman sudah selesai, pemeliharaan masih perlu dilakukan, seperti pemupukan, pembentukan pohon, dan pengaturan pembuahan. Pemupukan harus dilakukan dengan dosis tertentu. Kelebihan dan kekurangan dosis tentu berdampak buruk bagi tanaman.
Jenis pupuk yang bisa dipilih memang beragam. Yang pasti, tanaman buah butuh unsur hara makro, seperti N, P, K, dan unsur hara mikro seperti Ca, Mg, dan S. Unsur hara mineral merupakan sumber nutrisi bagi pertumbuhan dan perkembangan tanaman. Cermati pula waktu dan cara pemupukan. Anda dapat membaca petunjuk pemakaian pada bungkus pupuk, atau menanyakannya pada pemilik toko pertanian.
Jika Anda memberikan terlalu banyak pupuk, tanaman buah dapat kering atau terbakar.
Jurus terakhir agar tanaman Anda tumbuh sehat dan dapat berbuah adalah melakukan pengawasan terhadap hama dan penyakit tanaman. Faktor pengganggu ini jangan sampai mengacaukan mimpi Anda untuk memanen buah. Hama yang umum muncul adalah ulat, kutu/aphid, dan belalang. Anda bisa memilih insektisida yang tepat sesuai kebutuhan. Baca juga petunjuk pemakaian dengan cermat, agar tidak terjadi kesalahan aplikasi.
Pemangkasan
Pada tanaman buah juga dikenal teknik pemangkasan. Tujuannya untuk menjaga kesehatan dan meningkatkan produksi. Pemangkasan juga mampu menjaga kelembaban tanaman sehingga tak mudah terserang hama dan penyakit. Hama dan penyakit umumnya akan muncul pada kondisi kelembaban tinggi.
Berdasar umur tanaman, pemangkasan terbagi menjadi tiga, yaitu pemangkasan pada pembibitan—pemangkasan tanaman yang belum menghasilkan—dan pemangkasan tanaman yang sudah menghasilkan. Sedang dilihat dari tujuannya, pemangkasan dibedakan menjadi empat, yaitu pemangkasan bentuk, pemeliharaan, produksi, dan peremajaan.
Sumber : http://www.tabloidrumah.com/?p=1171
Membuat Rak Minimalis
Menggunakan besi yang menempel ke dinding menjadikan ambalan tampak rapi. Tak terlihat siku-siku atau bracket. Coba saja. Mudah, kok.
Ambalan makin berdaya-guna dan disukai, terutama untuk rumah-rumah kecil. Fungsinya sebagai tempat menyimpan barang, buku, atau pajangan pernak-pernik. Ambalan tak menyita tempat; dapat diletakkan di mana saja: ruang tamu, ruang keluarga, ruang makan, kamar tidur, kamar mandi, dapur, bahkan teras sekalipun.
Bentuk ambalan serupa dengan rak, berupa sebilah papan solid atau olahan, yang ditempelkan ke dinding secara horizontal. Pemasangan ke dinding dapat dilakukan dengan berbagai cara. Ada yang menggunakan siku sederhana dari aluminium atau kayu, bracket yang fleksibel, atau angker besi.
Memasang ambalan tidak sulit. Begitupun menyediakan sebilah papan. Anda cukup mengukurnya sesuai kebutuhan. Sebagai contoh, ambalan dari multipleks sepanjang 90cm, lebar 25cm, dan tebal 4cm. Boleh juga dari kayu solid, ukuran panjang 60cm, lebar 20cm, dan tebal 2cm.
Bagaimana membuat dan memasang ambalan dengan angker besi, agar tampak lebih rapi dan presisi? Berikut contoh ambalan dari multipleks berukuran panjang 90cm, lebar 25cm, dan tebal 4cm. Perhatikan pembuatannya, agar ambalan tidak bergoyang atau melorot.:
1. Siapkan multipleks 3cm yang dilapis tripleks 5mm dengan coating takon. Lapisan tripleks dibuat lebih menonjol 5mm di satu sisi (bagian yang menempel), sedangkan sisi lain dibuat rapi (seperti permukaan). Lubangi bagian multipleks dengan tiga lubang untuk menyelipkan angker besi. Jarak lubang dari kedua ujung masing-masing 20cm, dan jarak ke lubang tengan 25cm.
Ambalan makin berdaya-guna dan disukai, terutama untuk rumah-rumah kecil. Fungsinya sebagai tempat menyimpan barang, buku, atau pajangan pernak-pernik. Ambalan tak menyita tempat; dapat diletakkan di mana saja: ruang tamu, ruang keluarga, ruang makan, kamar tidur, kamar mandi, dapur, bahkan teras sekalipun.
Bentuk ambalan serupa dengan rak, berupa sebilah papan solid atau olahan, yang ditempelkan ke dinding secara horizontal. Pemasangan ke dinding dapat dilakukan dengan berbagai cara. Ada yang menggunakan siku sederhana dari aluminium atau kayu, bracket yang fleksibel, atau angker besi.
Memasang ambalan tidak sulit. Begitupun menyediakan sebilah papan. Anda cukup mengukurnya sesuai kebutuhan. Sebagai contoh, ambalan dari multipleks sepanjang 90cm, lebar 25cm, dan tebal 4cm. Boleh juga dari kayu solid, ukuran panjang 60cm, lebar 20cm, dan tebal 2cm.
Bagaimana membuat dan memasang ambalan dengan angker besi, agar tampak lebih rapi dan presisi? Berikut contoh ambalan dari multipleks berukuran panjang 90cm, lebar 25cm, dan tebal 4cm. Perhatikan pembuatannya, agar ambalan tidak bergoyang atau melorot.:
1. Siapkan multipleks 3cm yang dilapis tripleks 5mm dengan coating takon. Lapisan tripleks dibuat lebih menonjol 5mm di satu sisi (bagian yang menempel), sedangkan sisi lain dibuat rapi (seperti permukaan). Lubangi bagian multipleks dengan tiga lubang untuk menyelipkan angker besi. Jarak lubang dari kedua ujung masing-masing 20cm, dan jarak ke lubang tengan 25cm.
2. Siapkan sebatang besi 3mm lebar 1inci (2,5cm). Potong dengan ukuran 87cm (satu batang) dan 22cm (tiga batang). Siapkan juga beberapa paku 2inci. Las ketiga besi 22cm ke besi 87cm, dengan jarak disesuaikan dengan lubang papan. Beri lubang-lubang untuk paku. Pasang atau tempelkan di dinding dengan memakunya dengan kuat.
3. Pasang papan multipleks yang sudah dilubangi tadi dengan memasukannya ke angker yang sudah menempel di dinding. Ambalan pun siap, dan dapat dipasang-dilepas dengan mudah.
Sumber : http://arsip.ideaonline.co.id/article.php?name=/pakai-angker-besi-lebih-presisi&channel=tips_trik/pemasangan&print=1
Selasa, 15 November 2011
Burmi : Masakan Kepepet
Mungkin agak heran bagi para sahabat membaca judulnya, ini salah satu masakan yang sangat cocok sekali untuk 'sibuker', karena cara memasaknya tidak rumit samasekali, cukup 15 menit..!!!. dan tentunya juga nilai ekonominya sangat terjangkau.... :)
Oke, langsung saja sahabat....
Bahan :
Jangan heran para sahabat kalau masakannya sudah tinggal separuh, awalnya tidak ada niatan untuk posting masakan 'kepepet' ini, tiba-tiba saja ada salah satu teman menyarankan untuk diposting aja di blog..... hehehehe...:)
Oke, langsung saja sahabat....
Bahan :
- 2 Sendok Beras putih
- 1 Bungkus Mie Instan
- Kemangi sesuai selera
- Cabe dipotong miring
- Masak beras yang telah dibersihkan terlebih dahulu dengan api sedang, jangan lupa, tambahkan air 2 gelas.
- Setelah kira-kira berasnya sudah masak, masukkan daun kemangi dan mie instan berikut bumbunya.
- Masukkan cabe yang sudah dipotong miring secukupnya
Label:
Cara Memasak Bubur Mie,
Resep Masakan
Senin, 10 Oktober 2011
Lirik lagu Wali "Doaku Untukmu Sayang"
Kau mau aku apa, pasti kan ku beri
Kau minta apa, akan ku turuti
Walau harus aku terlelap dan letih
Ini demi kamu sayang
Reff :
Aku tak akan berhenti
Menemani dan menyayangimu
Hingga matahari tak terbit lagi
Bahkan bila aku mati
Ku kan berdoa pada Ilahi
Tuk satukan kami di surga nanti
Tahukah kamu apa yang ku pinta
Disetiap doa sepanjang hariku
Tuhan tolong aku, tolong jaga dia
Tuhan aku sayang dia
Back to Reff
(Tuhan tolong aku, juga jaga dia
Tuhan ku pun sayang dia)
Back to Reff
gudanglagu.com Free Download Lagu Wali Doaku Untukmu Sayang MP3 Lirik 4shared Gratis Chord Video Album
Label:
Doaku Untukmu Sayang,
Lirik lagu,
wali band
Langganan:
Postingan (Atom)









+







