Tampilkan postingan dengan label Puisi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Puisi. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 04 Oktober 2014

Takbir Hati

Takbir bersahutan
menyemarakkan langit malam idul adha
bibir ini bertakbir
mata ini bertakbir
telinga ini bertakbir
hati ini bertakbir
seluruh tubuh ini bertakbir
menggemakan keagungann-Mu
disetiap tetes-tetes darah kami
menyerukan keindahan perintah-Mu
ditiap-tiap helai nafas kami


Allahu Akbar
Allahu Akbar
Laa ilaaha illallahu Allahu Akbar
Allahu Akbar walillahilhamd...

Seruan-Mu telah kami sampaikan
Perintah-Mu telah kami tunaikan
dengan segenap kepatuhan diri dan hati kami
demi setetes ridho di lautan rahmat-Mu

Inilah takbir hati kami
sangat kecil dibanding kebesaran hati Ibrahim
berusaha memeluk ketabahan Ismail
untuk mendekat pada-Mu ya Rabb...
atas perkenan-Mu...


Probolinggo, 04-10-14
Idul Adha 1435 H

Senin, 02 Desember 2013

Anakku

Anakku,
Apa kabarmu sayang?
Rasanya tak sabar menunggu kehadiranmu
Ditengah-tengah kehidupan kami
Menggendongmu kesana kemari
Menimangmu dengan berjuta sayang
Tak lupa bermain 'Ci Luk Ba' dengamu

Anakku,
Sedang apa dirimu sayang?
Rasanya tak sabar aku kau panggi bapak
Membayang lugu polahmu bermain
Bermanja merengek minta permen
Tak lupa tangis 'mewek' mu ingin kulihat

Anakku,
Bapak Ibu menunggu hadirmu

Probolinggo, 28 Nopember 2013

Rabu, 27 November 2013

Ingin Benar-benar Rindu

Ingin kukatakan rindu
Tapi aku tak bisa
Aku belum benar-benar rindu

Ingin kuungkapkan cinta
tapi aku tak bisa 
Aku belum sepenuhnya cinta

Kusebut namamu lidah ini kelu
Belum bisa membangunkan hati
Kubaca sirahmu mata ini sayu
Belum bisa menumbuhkan cinta

Ya Rasulullah....
Aku ingin benar-benar rindu padamu
Aku ingin benar-benar cinta padamu
Rinduku yang segunung ini ingin kuhaturkan untukmu
Cintaku yang memenuhi lautan ingin kupersembahkan untukmu.


Bantaran, 1 Nopember 2013

A M A R A H

Amarahku
Seperti alap-alap di atap awan

Berputar mengitari angkasa
Berlomba dengan kebut angin
Menukik!
Menyambar!
Seekor anak ayam terenggut
kuat oleh cakar nafsu

Tinggal serak-serak darah
Memenuhi hamparan tangan pertiwi


Probolinggo, 12 Nopember 2013

Senin, 11 November 2013

Selamat Jalan Lek Saham

alm. Lek Saham

Di Subuh ini

Kabar janji itu telah datang
Waktu yang telah dijanjikan untukmu
Memulai perjalanan di alam baru
Hanya dengan bekalmu sendiri
Yang telah engkau kumpulkan di hari kemarin
Dan Rahmat Allah untuk hamba-Nya

"Apabila telah datang ajal suatu kaum maka tidak bisa dimundurkan ataupun dimajukan barang sesaat pun"

Inilah janji itu
Janji yang telah dituliskan sejak alam ini ada
Dan kini janji itu menghampirimu
Merenggutmu dari orang-orang yang mencintai

Ini bukan tentang keangkuhan maut
Ataupun tentang kekejaman Izra'il
Namun ini tentang ketidakberdayaan kita
Sebagai makhluk yang memiliki ruh

Selamat jalan Lek Saham
Semoga jalanmu terang
Semoga rumah barumu indah
Semoga tamumu menyenangkan
Kami semua disini ridho denganmu


Bantaran, 31 Oktober 2013

Kamis, 07 November 2013

Terima Kasih Allah


Allah, terima kasihku pada-Mu
Atas anugerah hidup ini
Serta nikmat Iman Islam-Mu
Yang senantiasa memberiku petunjuk
Untuk Mengayuh pedal kehidupan
Dan mengarahkan kemudi ini ke jalan-Mu

Allah, terima kasihku pada-Mu
Atas keindahan takdir-Mu
Memberiku seorang teman hidup
Yang tak lain dari tulang rusukku
Dengan berjuta senyum dan manjanya
Telah membuat hidupku menjadi bergitu berarti

Allah, terima kasihku pada-Mu
Atas limpahan Rahmat-Mu
Serta keagungan Arsy-Mu
Dengan ijin dan kehendakmu
Tak akan aku sia-siakan karunia ini
Sebagai ungkapan syukurku pada-Mu


Bantaran, 29 Oktober 2013

Kisah Roda Pedati





Kami adalah roda sebuah Pedati

Roda yang setiap hari berputar
Mengantar Pedati ketempat tujuan
Jalan becek dan berbatu adalah makanan sehari-hari kami
Tak jarang pula terperosok kedalam lubang

Si Kusir bukan pemilik Pedati
Hanya mengendarai sebagai supir
Merawat sapi dan membersihkan Pedati
Bukan Kami,
Roda-roda tidak pernah dibersihkan
Hanya mungkin disiram dan dilap sekedarnya
Itupun sesekali

Jumat, 18 Oktober 2013

Takbir Cinta

Allahu Akbar... Allahu Akbar... Allahu Akbar...

Dengan kebersaran Allah, terkumandang takbir
di segala penjuru bumi....

Dengan kebesaran Allah, tekumandang takbir
saksi cinta sejati hamba pada Khaliknya
saksi ikhlas hamba pada Khaliknya

Dengan kebesaran Allah, terkumandang takbir
Bukti kerinduan kami pada-Mu
ditengah penat duniawi

Dengan kebesaran Allah, terkumandang takbir
Jadikan setiap helaan nafas kami sebagai bukti cinta kepada-Mu
Jadikan pengorbanan kami sebagai bukti kami mendekati-Mu....

Allahu Akbar... Allahu Akbar... Allahu Akbar...
Lailaha illahu Allahu Akbar walillahilhamd....



Probolinggo, 14 Oktober 2013

Rabu, 10 April 2013

Renung Sesal



Kau sering ada dipikiranku
setiap kali gelisah menyapaku
Kau pun sering ada dalam dzikirku
setiap kali ketakutan membayangiku
nama-Mu selalu muncul disetiap nafasku
kerap kali dalam keterpurukanku

Kau sungguh adalah kekasihku
yang ada dalam setiap butuhku

tapi aku lebih sering lupa pada-Mu
kala tawa menemaniku
aku lebih suka tak menyebut nama-Mu
kala sukses menghampiriku

Ya, aku mengkhianati-Mu....



10 April 2013

aku hanya


aku hanya setumpukan lemah, Kau energiku.

 

aku hanya setumpukan lelah, Kau semangatku.

 

aku hanya setumpukan diam, Kau gerakku.

 

aku hanya setumpukan gelap, Kau terangku.

 

aku hanya setumpukan cela, Kau sempurnaku.

 

aku hanya setumpukan pilu, Kau bahagiaku.

 

aku hanya setumpukan bisu, Kau lantangku.

 

aku hanyalah setumpukan aku, Kau punyaiku.






10 April 2013

Rabu, 20 Februari 2013

Aku Takut!

aku takut
aku takut 
aku takut

akan ketiadaanmu disisiku
akan kesendirianku tanpamu
akan semuanya bila ku tanpamu

karena
jalanan ini begitu indah dengan hadirmu
menapaki jengkal demi jengkal
di rusuk-rusuk trotoarnya
dengan kaki indahmu
membuatku lumer
dan menunggu
dipungut
semut
oh..
 manisnya rasa ini
bahkan dengan mengingatmu saja

jangan buat aku takut
jangan buat aku takut 
jangan buat aku taku

hadirmu untukku adalah anugerah
yang belum pernah terlukiskan
oleh seniman manapun.
kemarilah sayang...
 temani aku
disini.



Sidogiri, 20 Februari 2013

Minggu, 01 April 2012

Inginku, Cinta!

Yang kuingini

Cinta ini berjalan di jalan-Mu
Cinta ini bersandar di dinding-Mu
Cinta ini bernaung di bawah payung-Mu
Cinta ini berbaring diatas ranjang-Mu
Karena cinta ini sesungguhnya adalah cinta-Mu


Namun saat anjing-anjing menyeret cinta ini
Menjauh dari jalan-Mu
Menyekapnya didalam lorong gelap
Dengan berjuta mata nanar mengawasi
Rasanya aku tak berdaya, aku menjadi budak!


Tuhan, kehendakilah baik pada cinta ini
Agar dapat kami jaga keindahannya
tanpa setitik pun noktah menempel
Tetap suci seperti saat kami terima amanah ini
Hingga masa itu datang, tuk pertanggung jawabkan
Dihadap agung-Mu


Leces, Menjelang Subuh
31 Maret 2012

to : <3

Sabtu, 31 Maret 2012

Inginku Untuknya Pada-Mu

Ingin segera kuakhiri
Subuh-subuh seperti ini
Hanya sendiri yang kunikmati
Dengan sesekali kokok parau ayam pagi


Ingin segera kuraih, ya Rabb...
Masa-masaku tanpa sepi menggiring
Dalam hadirnya menjadi makmumku
Dan mengamini setiap pintaku pada-Mu


"Robbana hablana min azwajina wa dzurriyatina qurrota a'yun...."


Kecupku dikeningnya atas tunduknya pada-Mu
Kecupku di kedua pipinya atas ikhlasnya pada-Mu
Kecupku di bibir manisnya atas dzikirnya pada-Mu
Sungguh kumencintainya karena-Mu



Leces, Selepas Subuh
31 Maret 2012

to : <3

Senin, 05 Maret 2012

Kamu

Aku mencintaimu manusia
Terkadang melebihi cintaku kepada sang pencipta
Walau kau jauh dari sempurna
Dan kau bukanlah penguasa alam semesta

Ku mencintaimu
Karena kau menemani hidupku
Karena kau mengerti aku
Karena kau dari tulang rusukku

Akankah kita selamanya
Bertemu di surga setelah di dunia
Inginku merasakannya

Mari pasanganku kita berkemas
Benahi puasamu
Rapihkan shalatmu
Siapkan zakatmu
Lantunkan Qur̢۪anmu
Masukkan semua itu dalam koper amalmu

Cepat sayangku lakukan sekarang
Agar tidak tertinggal golongan kanan



~Dengan sedikit penyesuaian, untuk teks aslinya silahkan klik disini!!

Selasa, 07 Februari 2012

Surat Cinta


Kutulis surat ini
kala hujan gerimis
bagai bunyi tambur yang gaib,
Dan angin mendesah
mengeluh dan mendesah,
Wahai, dik Narti,
aku cinta kepadamu !

Kutulis surat ini
kala langit menangis
dan dua ekor belibis
bercintaan dalam kolam
bagai dua anak nakal
jenaka dan manis
mengibaskan ekor
serta menggetarkan bulu-bulunya,
Wahai, dik Narti,
kupinang kau menjadi istriku !

Kaki-kaki hujan yang runcing
menyentuhkan ujungnya di bumi,
Kaki-kaki cinta yang tegas
bagai logam berat gemerlapan
menempuh ke muka
dan tak kan kunjung diundurkan

Selusin malaikat
telah turun
di kala hujan gerimis
Di muka kaca jendela
mereka berkaca dan mencuci rambutnya
untuk ke pesta
Wahai, dik Narti
dengan pakaian pengantin yang anggun
bunga-bunga serta keris keramat
aku ingin membimbingmu ke altar
untuk dikawinkan
Aku melamarmu,
Kau tahu dari dulu:
tiada lebih buruk
dan tiada lebih baik
dari yang lain...
penyair dari kehidupan sehari-hari,
orang yang bermula dari kata
kata yang bermula dari
kehidupan, pikir dan rasa

Semangat kehidupan yang kuat
bagai berjuta-juta jarum alit
menusuki kulit langit:
kantong rejeki dan restu wingit
Lalu tumpahlah gerimis
Angin dan cinta
mendesah dalam gerimis.
Semangat cintaku yang kuta
batgai seribu tangan gaib
menyebarkan seribu jaring
menyergap hatimu
yang selalu tersenyum padaku

Engkau adalah putri duyung
tawananku
Putri duyung dengan
suara merdu lembut
bagai angin laut,
mendesahlah bagiku !
Angin mendesah
selalu mendesah
dengan ratapnya yang merdu.
Engkau adalah putri duyung
tergolek lemas
mengejap-ngejapkan matanya yang indah
dalam jaringku
Wahai, putri duyung,
aku menjaringmu
aku melamarmu

Kutulis surat ini
kala hujan gerimis
kerna langit
gadis manja dan manis
menangis minta mainan.
Dua anak lelaki nakal
bersenda gurau dalam selokan
dan langit iri melihatnya
Wahai, Dik Narti
kuingin dikau
menjadi ibu anak-anakku !

WS. Rendra

Rabu, 11 Januari 2012

'aku'

inilah aku
kuperkenalkan diri
pada dunia
tentang aku, mereka
dan kita.
pada dunia
kuperkenalkan juga
duniaku
yang memang
benar-benar duniaku.

Selasa, 23 Agustus 2011

Aku Cinta Padamu Tuhan


Aku lemas
Tapi berdaya
Aku tidak sambat rasa sakit
atau gatal
Aku pengin makan tajin
Aku tidak pernah sesak nafas
Tapi tubuhku tidak memuaskan
untuk punya posisi yang ideal dan wajar
Aku pengin membersihkan tubuhku
dari racun kimiawi
Aku ingin kembali pada jalan alam
Aku ingin meningkatkan pengabdian
kepada Allah
Tuhan, aku cinta padamu

Sajak ini ditulis oleh WS. Rendra, 31 Juli 2009, di rumah sakit. Saya sungguh-sungguh tak bisa berkomentar untuk sajak ini, terlebih karena sajak ini beliau tuliskan di masa akhir hidup beliau
Meskipun terlambat saya ingin mengucapkan sekali lagi, selamat jalan Rendra…, orang besar, sastrawan besar,guru besar

Kamis, 20 Januari 2011

Semenjak Senja Itu

semenjak pulang dari senja manis

hati ini tak pernah terpejam dari mengingatmu

bayangmu terlalu setia menemaniku

saat kukayuh jemari mengungkapkannya



tidakkah mengapa jika aku hanya berangan

bayangmu berubah nyata menemaniku

hingga tiada lagi kesepian dari usiaku

yang masih menggelayut.....



semenjak kulihat pesona itu

selama itu pula selalu kurindui dirimu

selama apapun itu akan tetap kunanti

meski petang menggerogoti usia



aku berharap diammu adalah penerimaanmu

bukan karena risau hati tak tega

untuk mengungkapkannya pada diri ini

berilah aku jawaban itu.....


Andai Saja Kau Tahu

senjalah yang menjadi bukti bila kau masih meragukannya
atas karunia yang telah kuterima hingga kini masih kujaga baik-baik
lekuk liuk kata ini tersembul begitu saja saat bayangmu hadir dalam angan
memeriahkan segala angan-anganku untuk bermain untaian indah tentangmu

kata-kata ini kurangkai sebagai pengganti rasaku padamu
karena adalah kelemahanku untuk ungkap rasa dengan lidahku
aku hanya bisa tersenyum  bila dihadapanmu
hanyut menikmati sajak anugerah tuhan dalam dirimu

andai saja kau tahu bahwa rasaku ini untukmu.....


Rabu, 19 Januari 2011

Untuk Kawan Maya

"selamat malam kawan...."

masih tetapkah kau didepan monitor
dengan tarian jari-jari memijit keyboard
mengayunkan pointer dan memeluk mouse
melambai-lambai manja....

kita sudah merasa begitu dekatnya
meski jarak berkilo-kilo membentang antar jasad kita
seakan begitu nyata setiap canda kita disini
rasanya bisa melipat bumi dan kita simpan disaku

disini kita temukan diri kita
melihat berbagai warna kehidupan
apapun itu kesannya adalah baik buat kita
selagi kita bisa menemukan mutiara tependam

banyaknya cerita tentang kita
semakin mematangkan hasrat pada dunia
memoles setiap lekuk celah kehidupan nyata
yang saat ini kita jalani

"selamat malam kawan..."

jadikan ini sebagai silaturahmi kita
karena hampir mustahil dalam nyata
sekedar menguluk salam sesama
terlebih bertatap muka bersama

tidak banyak harapanku untuk kita
selain kita adalah saudara 'kandung maya'
yang lahir dari seorang ibu imaginer
tanpa kita ketahui secuil pun tentang wajahnya

semoga tetap dalam genggam semangat silaturahmi kita.....