Tampilkan postingan dengan label Puisi Cinta. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Puisi Cinta. Tampilkan semua postingan

Kamis, 07 November 2013

Terima Kasih Allah


Allah, terima kasihku pada-Mu
Atas anugerah hidup ini
Serta nikmat Iman Islam-Mu
Yang senantiasa memberiku petunjuk
Untuk Mengayuh pedal kehidupan
Dan mengarahkan kemudi ini ke jalan-Mu

Allah, terima kasihku pada-Mu
Atas keindahan takdir-Mu
Memberiku seorang teman hidup
Yang tak lain dari tulang rusukku
Dengan berjuta senyum dan manjanya
Telah membuat hidupku menjadi bergitu berarti

Allah, terima kasihku pada-Mu
Atas limpahan Rahmat-Mu
Serta keagungan Arsy-Mu
Dengan ijin dan kehendakmu
Tak akan aku sia-siakan karunia ini
Sebagai ungkapan syukurku pada-Mu


Bantaran, 29 Oktober 2013

Rabu, 20 Februari 2013

Aku Takut!

aku takut
aku takut 
aku takut

akan ketiadaanmu disisiku
akan kesendirianku tanpamu
akan semuanya bila ku tanpamu

karena
jalanan ini begitu indah dengan hadirmu
menapaki jengkal demi jengkal
di rusuk-rusuk trotoarnya
dengan kaki indahmu
membuatku lumer
dan menunggu
dipungut
semut
oh..
 manisnya rasa ini
bahkan dengan mengingatmu saja

jangan buat aku takut
jangan buat aku takut 
jangan buat aku taku

hadirmu untukku adalah anugerah
yang belum pernah terlukiskan
oleh seniman manapun.
kemarilah sayang...
 temani aku
disini.



Sidogiri, 20 Februari 2013

Minggu, 01 April 2012

Inginku, Cinta!

Yang kuingini

Cinta ini berjalan di jalan-Mu
Cinta ini bersandar di dinding-Mu
Cinta ini bernaung di bawah payung-Mu
Cinta ini berbaring diatas ranjang-Mu
Karena cinta ini sesungguhnya adalah cinta-Mu


Namun saat anjing-anjing menyeret cinta ini
Menjauh dari jalan-Mu
Menyekapnya didalam lorong gelap
Dengan berjuta mata nanar mengawasi
Rasanya aku tak berdaya, aku menjadi budak!


Tuhan, kehendakilah baik pada cinta ini
Agar dapat kami jaga keindahannya
tanpa setitik pun noktah menempel
Tetap suci seperti saat kami terima amanah ini
Hingga masa itu datang, tuk pertanggung jawabkan
Dihadap agung-Mu


Leces, Menjelang Subuh
31 Maret 2012

to : <3

Sabtu, 31 Maret 2012

Inginku Untuknya Pada-Mu

Ingin segera kuakhiri
Subuh-subuh seperti ini
Hanya sendiri yang kunikmati
Dengan sesekali kokok parau ayam pagi


Ingin segera kuraih, ya Rabb...
Masa-masaku tanpa sepi menggiring
Dalam hadirnya menjadi makmumku
Dan mengamini setiap pintaku pada-Mu


"Robbana hablana min azwajina wa dzurriyatina qurrota a'yun...."


Kecupku dikeningnya atas tunduknya pada-Mu
Kecupku di kedua pipinya atas ikhlasnya pada-Mu
Kecupku di bibir manisnya atas dzikirnya pada-Mu
Sungguh kumencintainya karena-Mu



Leces, Selepas Subuh
31 Maret 2012

to : <3

Selasa, 07 Februari 2012

Surat Cinta


Kutulis surat ini
kala hujan gerimis
bagai bunyi tambur yang gaib,
Dan angin mendesah
mengeluh dan mendesah,
Wahai, dik Narti,
aku cinta kepadamu !

Kutulis surat ini
kala langit menangis
dan dua ekor belibis
bercintaan dalam kolam
bagai dua anak nakal
jenaka dan manis
mengibaskan ekor
serta menggetarkan bulu-bulunya,
Wahai, dik Narti,
kupinang kau menjadi istriku !

Kaki-kaki hujan yang runcing
menyentuhkan ujungnya di bumi,
Kaki-kaki cinta yang tegas
bagai logam berat gemerlapan
menempuh ke muka
dan tak kan kunjung diundurkan

Selusin malaikat
telah turun
di kala hujan gerimis
Di muka kaca jendela
mereka berkaca dan mencuci rambutnya
untuk ke pesta
Wahai, dik Narti
dengan pakaian pengantin yang anggun
bunga-bunga serta keris keramat
aku ingin membimbingmu ke altar
untuk dikawinkan
Aku melamarmu,
Kau tahu dari dulu:
tiada lebih buruk
dan tiada lebih baik
dari yang lain...
penyair dari kehidupan sehari-hari,
orang yang bermula dari kata
kata yang bermula dari
kehidupan, pikir dan rasa

Semangat kehidupan yang kuat
bagai berjuta-juta jarum alit
menusuki kulit langit:
kantong rejeki dan restu wingit
Lalu tumpahlah gerimis
Angin dan cinta
mendesah dalam gerimis.
Semangat cintaku yang kuta
batgai seribu tangan gaib
menyebarkan seribu jaring
menyergap hatimu
yang selalu tersenyum padaku

Engkau adalah putri duyung
tawananku
Putri duyung dengan
suara merdu lembut
bagai angin laut,
mendesahlah bagiku !
Angin mendesah
selalu mendesah
dengan ratapnya yang merdu.
Engkau adalah putri duyung
tergolek lemas
mengejap-ngejapkan matanya yang indah
dalam jaringku
Wahai, putri duyung,
aku menjaringmu
aku melamarmu

Kutulis surat ini
kala hujan gerimis
kerna langit
gadis manja dan manis
menangis minta mainan.
Dua anak lelaki nakal
bersenda gurau dalam selokan
dan langit iri melihatnya
Wahai, Dik Narti
kuingin dikau
menjadi ibu anak-anakku !

WS. Rendra

Kamis, 20 Januari 2011

Semenjak Senja Itu

semenjak pulang dari senja manis

hati ini tak pernah terpejam dari mengingatmu

bayangmu terlalu setia menemaniku

saat kukayuh jemari mengungkapkannya



tidakkah mengapa jika aku hanya berangan

bayangmu berubah nyata menemaniku

hingga tiada lagi kesepian dari usiaku

yang masih menggelayut.....



semenjak kulihat pesona itu

selama itu pula selalu kurindui dirimu

selama apapun itu akan tetap kunanti

meski petang menggerogoti usia



aku berharap diammu adalah penerimaanmu

bukan karena risau hati tak tega

untuk mengungkapkannya pada diri ini

berilah aku jawaban itu.....


Andai Saja Kau Tahu

senjalah yang menjadi bukti bila kau masih meragukannya
atas karunia yang telah kuterima hingga kini masih kujaga baik-baik
lekuk liuk kata ini tersembul begitu saja saat bayangmu hadir dalam angan
memeriahkan segala angan-anganku untuk bermain untaian indah tentangmu

kata-kata ini kurangkai sebagai pengganti rasaku padamu
karena adalah kelemahanku untuk ungkap rasa dengan lidahku
aku hanya bisa tersenyum  bila dihadapanmu
hanyut menikmati sajak anugerah tuhan dalam dirimu

andai saja kau tahu bahwa rasaku ini untukmu.....


Senin, 17 Januari 2011

Yang Kurindukan #2

malam ini akhirnya kembali kudengar
alunan lembut suara bidadariku
decak kagum kembali menggema
memenuhi suasana hati dimalam dingin

sungguh aku malu mengungkapnya
dikira aku berusaha memikat hati
justru hati ini yang telah terpikat kuat
dengan alunan manja suara dimalam ini

andai bisa kudekap dengan erat
akan kusiapkan sangkar rinduku
hingga aku bisa menikmatinya
seleluasaku untuk membayangkanmu

gelak tawamu telah memenjarakanku
hingga aku terperangkap dalam-dalam
dilubuk hatiku sendiri kutersudut
hanya bisa menikmati renyah tawamu

baru saja kudengar alunan manja suaramu
seakan terbang memecah rangkaian sunyi
yang begitu kokoh mengekang selama ini
jauh didasar kalbu

baru ku meyakini
aku benar-benar rindu padamu......

Yang Kurindukan

saat senja merangkak sunyi
disudut sebuah surau kecil
takbirku menggema memecah bisu
menggetarkan kalbu

hatiku yang semula hening
kini semakin semarak dengan hadirmu
mengikuti setiap tingkahku
menjadi makmum.....

itulah saat yang kurindukan
hadir bersamamu dalam syahdu
menapaki jejak-jejak sujud
dihadapan-Nya

ingatkah dikau dinda akan masa itu?
seakan tak ingin kulepas salam
agar senantiasa bersamamu
dihadapan-Nya

tahukah dikau dinda
betapa bahagianya daku saat itu
dengan hadirmu disisiku dalam tulus
menambah sejuk ruang rindu ini

itulah waktu yang kurindukan
saat-saat bersamamu dinda....

Sabtu, 15 Januari 2011

Kepadamu

menunggumu adalah sebuah harapan bagiku
hingga aku bisa menemukan takdirku
berharap semoga inginku akanmu tercapai
dan merasakan bahagia bersamamu

kesempatanku hanya sekali dari tuhanku
agar tiada yang terlewat secuilpun dari besamamu
menapaki tangga kebersamaan angan
hingga larut usia menyapa

menunggumu adalah kebahagiaan bagiku
untuk melewati hari-hari sunyi sendiri
dengan bayang senyuman berjuntai asmara
yang tersungging dari bibir manismu

khayalku tentang asa bersamamu
telah memperkokoh benteng kesetiaanku
untuk tetap berdiri menantang angin
membelah hembusan badai lalu

menunggumu itulah profesiku saat ini
meski belum ada tanda-tanda kedatanganmu
aku tetap tidak beranjak dari tempat ini, menunggumu
barangkali dirimu masih sempat mampir

sekedar untuk melepas penat rindu padamu
dan mempersiapkan ember-ember kesal
untuk menampung peluh kecewa-kecewa
jika saja dirimu tidak datang....

Jumat, 14 Januari 2011

Dalam Dekap Subuh

subuh kini mendekapku

dengan balutan selimut fajar

begitu dingin pelukan itu

semoga tidak sampai membekukan hati



sepekan sudah menggelinding

sejak perjumpaan dibawah rintik gerimis

bermanja dikecipak air menggenang

menghiasi awal suasana bahagia



aku disini dengan ingatan itu

setia menunggu tanpa setitik kata keluh

agar tidak ada yang terlewatkan

secuil pun dari memandang saat datang mu



inilah rasaku untukmu

yang sudah kujaga sepekan ini

agar bisa kupersembahkan untukmu

demi melihat senyum sang mawar



deru nafasku kini berkruang

seiring kesempatan yang diberi-Nya

dan kan ku pergunakan sebaik mungkin

agar bisa terisi seluruhnya olehmu



inilah rasaku sebabmu

kehadiranmu seakan menambah usiaku

menjadikan kesempatan kian panjang

untuk bisa berlama denganmu



andai bisa mengulur waktu

aku ingin semua kesempatan ini

hanya untuk menemanimu

sejak kelahiranmu hingga hilang kesempatanku



maaf Tuhan aku tidak mengeluh padamu

ini hanya mimpi disetiap sadarku....

Kamis, 13 Januari 2011

Yth. Rindu

salam untukmu rindu
inilah catatanku untukmu
karena dirimu yang bisa membawaku
agar aku senantiasa berani

rindu....
masihkah kau diam ditempatmu?
bangunlah, segera beranjak
katakan padanya bahwa aku rindu.....

rindu....
semoga saja kamu tidak lupa
bahwa besok adalah malam indah
yang selalu ku tunggu datangnya....

rindu....
hinggaplah dihatinya
dan bersemayamlah didalamnya
jangan pernah keluar

rindu....
beritakan padaku
tentang semua isi hatinya
"apakah namaku terselip disana.....?"

salam untukmu rindu

Rabu, 12 Januari 2011

Rasa Untukmu #4

Di sunyi hati,
bisakah kau dengar nyanyian rinduku?

Di hampa jiwa,
mampukan kau dendang sayup kebahagiaan?

semua kini hanya sepi
diri ini sendiri
tersudut di ruang rindu
terpuruk..............

asa yang memuncah kini mereda
rasa yang menggelora kini sirna
meninggalkan keutuhan beku
dari mimpi yang terlalu tinggi

aku disini,
meski sendiri
tak mau kuratapi
hanya karena bayang semu......

Rasa Untukmu #3

malam itu,
diantara kemeriahan dan gemintang
aku memilih sunyi
dimana telah kupersiapkan bibit-bibit rindu padamu
untuk kutanamkan dihati

senyuman itu,
telah membuat rinduku semakin subur
meski kita masih saling berteduh
dibawah langit yang sama


di gerbang itu,
saat kau kuantar pulang
kuberharap kau mau menoleh
sekedar melepas setitik senyum
agar bisa ku buat pupuk
untuk rindu-rinduku.

Rasa Untukmu #2

Rasanya,
malam ini tidurku terjaga
tidak akan pernah bisa terpejam
ataukah itu terlelap

ada bongkahan bukit kesalahan
kini menahan kantuk untuk hinggap
menyeru hati untuk gelisah
mengusir rasa untuk bahagia

semoga hatimu tidak kecewa
atas keutuhanku sebagai makhluk
yang berpeluh kesalahan
dengan segala kecerobohan

hanya maaf yang ada dari diriku saat ini
itu pun malu-malu kuhaturkan padamu....

Rasa Untukmu

Dik...
rasanya bagai menuai mimpi
aku terjaga saat kau tepuk pundak ini
aku benar-benar terjaga
tak ada mimpi menggelayut,
tapi, aku masih ragu....

andai aku punya kekuatan
akan kuperlambat jalan waktu ini
atau mungkin aku hentikan sejenak
untuk bisa lebih lama denganmu,
sampai kapan pun aku mau....

hingga kukayuh jemari ini
menapak jejak-jejak bersamamu
aku pun masih belum percaya,
bahwa aku pernah bersamamu
beberapa waktu lalu....


akan ku tunggu hingga sat itu terulang kembali....

Adalah Rasaku

Sesak,
adalah rasaku
rasa yang selama ini menggelayutiku
setiap bayangmu muncul
rasa itu mengikuti....

aku terjerembab
keinginan untuk lebih tenang
hanya menyisakan gelisah,
galau dan risau yang bercampur.

aku ingin menghindarimu
untuk mendekati-Nya dengan tulus
tanpa benih-benih pamrih
"liyathmainnal qulub......"

akan kubulatkan
akan kukuatkan
hati ini untuk-Nya
karena ini adalah rasaku.....

Galau

Lama tak kurasa getaran itu,
yang membuat sujud ini semakin dalam
mencipta pandangan kian tertunduk
dalam sunyi di jalan-Mu.

Aku rindu akan getaran itu,
menengok diri yang terpuruk
tertipu bara-bara galau nafsu
menutup hati dari nur-Mu.

Akan kuburu getaran itu,
hingga kutemukan jiwa tenangku kembali
yang hanya sanggup melihatmu sejenak
dari celah-celah jendela asa.

Inilah kata itu,
telah lama kucari dia
dari serakan-serakan rintihan malam
yang kian sunyi.

Dalam Subuh

adalah kisahku malam ini
hanya mampu terpejam dalam gelisah
terbaring dalam kekalutan jiwa
karena kehampaanku akan dirimu

mengingatmu adalah rindu
memandangmu adalah cinta
membayangkanmu adalah kasih sayang
karena asaku hanya bersamamu

"Asshalatu khoirun minannaum...."

dalam subuh ku terjaga
dari lamunan manis akan masa mendatang
saat seyum itu menemaniku
untuk sekedar mengusir penat.....

Untuk Dinda

Dinda,
kaukah yang meminjamkan cantik pada senja?
kaukah yang memantulkan elok pada mawar?

Dinda siluet hatiku
tanpamu adalah kekeringan jiwa
menggerogoti setiap semangat hidup
hingga habis, tak berbekas.....

Dinda,
kaukah lentera penerang mimpiku?
kaukah selimut yang menghangati lelapku?

Dinda kelopak hatiku
mencintaimu adalah niscaya bagiku
menyemangati setiap inci dari jiwa ini
untuk terus mengibarkan asa....

Untuk Adinda....