malam ini akhirnya kembali kudengar
alunan lembut suara bidadariku
decak kagum kembali menggema
memenuhi suasana hati dimalam dingin
sungguh aku malu mengungkapnya
dikira aku berusaha memikat hati
justru hati ini yang telah terpikat kuat
dengan alunan manja suara dimalam ini
andai bisa kudekap dengan erat
akan kusiapkan sangkar rinduku
hingga aku bisa menikmatinya
seleluasaku untuk membayangkanmu
gelak tawamu telah memenjarakanku
hingga aku terperangkap dalam-dalam
dilubuk hatiku sendiri kutersudut
hanya bisa menikmati renyah tawamu
baru saja kudengar alunan manja suaramu
seakan terbang memecah rangkaian sunyi
yang begitu kokoh mengekang selama ini
jauh didasar kalbu
baru ku meyakini
aku benar-benar rindu padamu......
Tampilkan postingan dengan label Puisi Rindu. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Puisi Rindu. Tampilkan semua postingan
Senin, 17 Januari 2011
Yang Kurindukan #2
Yang Kurindukan
saat senja merangkak sunyi
disudut sebuah surau kecil
takbirku menggema memecah bisu
menggetarkan kalbu
hatiku yang semula hening
kini semakin semarak dengan hadirmu
mengikuti setiap tingkahku
menjadi makmum.....
itulah saat yang kurindukan
hadir bersamamu dalam syahdu
menapaki jejak-jejak sujud
dihadapan-Nya
ingatkah dikau dinda akan masa itu?
seakan tak ingin kulepas salam
agar senantiasa bersamamu
dihadapan-Nya
tahukah dikau dinda
betapa bahagianya daku saat itu
dengan hadirmu disisiku dalam tulus
menambah sejuk ruang rindu ini
itulah waktu yang kurindukan
saat-saat bersamamu dinda....
disudut sebuah surau kecil
takbirku menggema memecah bisu
menggetarkan kalbu
hatiku yang semula hening
kini semakin semarak dengan hadirmu
mengikuti setiap tingkahku
menjadi makmum.....
itulah saat yang kurindukan
hadir bersamamu dalam syahdu
menapaki jejak-jejak sujud
dihadapan-Nya
ingatkah dikau dinda akan masa itu?
seakan tak ingin kulepas salam
agar senantiasa bersamamu
dihadapan-Nya
tahukah dikau dinda
betapa bahagianya daku saat itu
dengan hadirmu disisiku dalam tulus
menambah sejuk ruang rindu ini
itulah waktu yang kurindukan
saat-saat bersamamu dinda....
Kamis, 13 Januari 2011
Mbah....
semenjak usai kumandang adzan itu
lenyap, bumi memeluk mesra jasadmu
berselimut tabur bunga tujuh warna
dalam hening jiwa rapuh ini......
mbah.....
tiadakah rasa rindumu untuk kami?
hingga saat ini pun tiada kunjungan
sekedar melepas rindu kami akan mu
telah kami persiapkan untukmu
salam-salam takdim menyeru
guna mengirimimu sebuah lentera
untuk penghangat di rumah barumu
mbah....
tidakkah kau rindu tentang cucu-cucumu ini
ingatlah gelak tawa manja kami
yang mampu menghapus lelah penatmu
disiang itu.....
mbah....
kami rindu.
lenyap, bumi memeluk mesra jasadmu
berselimut tabur bunga tujuh warna
dalam hening jiwa rapuh ini......
mbah.....
tiadakah rasa rindumu untuk kami?
hingga saat ini pun tiada kunjungan
sekedar melepas rindu kami akan mu
telah kami persiapkan untukmu
salam-salam takdim menyeru
guna mengirimimu sebuah lentera
untuk penghangat di rumah barumu
mbah....
tidakkah kau rindu tentang cucu-cucumu ini
ingatlah gelak tawa manja kami
yang mampu menghapus lelah penatmu
disiang itu.....
mbah....
kami rindu.
Yth. Rindu
salam untukmu rindu
inilah catatanku untukmu
karena dirimu yang bisa membawaku
agar aku senantiasa berani
rindu....
masihkah kau diam ditempatmu?
bangunlah, segera beranjak
katakan padanya bahwa aku rindu.....
rindu....
semoga saja kamu tidak lupa
bahwa besok adalah malam indah
yang selalu ku tunggu datangnya....
rindu....
hinggaplah dihatinya
dan bersemayamlah didalamnya
jangan pernah keluar
rindu....
beritakan padaku
tentang semua isi hatinya
"apakah namaku terselip disana.....?"
salam untukmu rindu
inilah catatanku untukmu
karena dirimu yang bisa membawaku
agar aku senantiasa berani
rindu....
masihkah kau diam ditempatmu?
bangunlah, segera beranjak
katakan padanya bahwa aku rindu.....
rindu....
semoga saja kamu tidak lupa
bahwa besok adalah malam indah
yang selalu ku tunggu datangnya....
rindu....
hinggaplah dihatinya
dan bersemayamlah didalamnya
jangan pernah keluar
rindu....
beritakan padaku
tentang semua isi hatinya
"apakah namaku terselip disana.....?"
salam untukmu rindu
Rabu, 12 Januari 2011
Rasa Untukmu #3
malam itu,
diantara kemeriahan dan gemintang
aku memilih sunyi
dimana telah kupersiapkan bibit-bibit rindu padamu
untuk kutanamkan dihati
senyuman itu,
telah membuat rinduku semakin subur
meski kita masih saling berteduh
dibawah langit yang sama
di gerbang itu,
saat kau kuantar pulang
kuberharap kau mau menoleh
sekedar melepas setitik senyum
agar bisa ku buat pupuk
untuk rindu-rinduku.
diantara kemeriahan dan gemintang
aku memilih sunyi
dimana telah kupersiapkan bibit-bibit rindu padamu
untuk kutanamkan dihati
senyuman itu,
telah membuat rinduku semakin subur
meski kita masih saling berteduh
dibawah langit yang sama
di gerbang itu,
saat kau kuantar pulang
kuberharap kau mau menoleh
sekedar melepas setitik senyum
agar bisa ku buat pupuk
untuk rindu-rinduku.
Galau
Lama tak kurasa getaran itu,
yang membuat sujud ini semakin dalam
mencipta pandangan kian tertunduk
dalam sunyi di jalan-Mu.
Aku rindu akan getaran itu,
menengok diri yang terpuruk
tertipu bara-bara galau nafsu
menutup hati dari nur-Mu.
Akan kuburu getaran itu,
hingga kutemukan jiwa tenangku kembali
yang hanya sanggup melihatmu sejenak
dari celah-celah jendela asa.
Inilah kata itu,
telah lama kucari dia
dari serakan-serakan rintihan malam
yang kian sunyi.
yang membuat sujud ini semakin dalam
mencipta pandangan kian tertunduk
dalam sunyi di jalan-Mu.
Aku rindu akan getaran itu,
menengok diri yang terpuruk
tertipu bara-bara galau nafsu
menutup hati dari nur-Mu.
Akan kuburu getaran itu,
hingga kutemukan jiwa tenangku kembali
yang hanya sanggup melihatmu sejenak
dari celah-celah jendela asa.
Inilah kata itu,
telah lama kucari dia
dari serakan-serakan rintihan malam
yang kian sunyi.
Dalam Subuh
adalah kisahku malam ini
hanya mampu terpejam dalam gelisah
terbaring dalam kekalutan jiwa
karena kehampaanku akan dirimu
mengingatmu adalah rindu
memandangmu adalah cinta
membayangkanmu adalah kasih sayang
karena asaku hanya bersamamu
"Asshalatu khoirun minannaum...."
dalam subuh ku terjaga
dari lamunan manis akan masa mendatang
saat seyum itu menemaniku
untuk sekedar mengusir penat.....
hanya mampu terpejam dalam gelisah
terbaring dalam kekalutan jiwa
karena kehampaanku akan dirimu
mengingatmu adalah rindu
memandangmu adalah cinta
membayangkanmu adalah kasih sayang
karena asaku hanya bersamamu
"Asshalatu khoirun minannaum...."
dalam subuh ku terjaga
dari lamunan manis akan masa mendatang
saat seyum itu menemaniku
untuk sekedar mengusir penat.....
Langganan:
Postingan (Atom)